"Sesuai dengan target awal, apa yang dilakukan Coach Shin Tae-yong benar. Kita main bertahan, dengan formasi 5-4-1, sudah benar," kata Rully, di kanal youtube Bicara Bola.
"Namun, begitu kalah, ia mengubah permainan karena kita harus menang. Nah, ketika menyerang ini, ada celah di permainan kita. Ini yang dimanfaatkan Jepang," sambungnya.
Indonesia harus menelan kekalahan pada laga pamungkas mereka di Grup D Piala Asia 2023, kontra Jepang. Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Al-Thumama, Qatar, Rabu (24/01), Skuad Garuda kalah dengan skor 1-3.
Ayase Ueda mencetak dua dari tiga gol Jepang ke gawang Ernando Ari. Sementara, satu gol lagi berasal dari bunuh diri Justin Hubner. Jelang laga berakhir, Indonesia memperkecil ketertinggalan melalui Sandy Walsh.
Dengan hasil ini, Indonesia menempati peringkat ketiga di Grup D. Mereka mengoleksi tiga angka dari tiga pertandingan yang dilakoni.
Sebut Level Jepang Kelas Dunia
Menurut penggawa Timnas Indonesia di era 90-an ini, kekalahan Timnas Indonesia pada laga ini tak lepas dari kualitas Jepang. Rully menilai bahwa Jepang merupakan tim kelas dunia.
"Kita harus akui bahwa Jepang ini adalah tim dunia," tutur Rully.
Puji Performa Marselino
Lebih lanjut, menurut Rully, kendati kalah, ada hal baik yang bisa ditunjukkan penggawa Indonesia dari laga kontra Jepang. Mereka sudah menunjukkan permainan ciamik untuk berusaha menahan serangan Samurai Biru.
"Performa para penggawa Indonesia bagus. Walau mereka kalah, kita tetap harus acungkan jempol," kata Rully.
"Terutama di sini Marselino (Ferdinan) dan kiper (Ernando Ari) mereka sangat bagus," tandas pria 66 tahun tersebut.JudiOnline




0 Komentar