Ad Code

Memori Panas Liga Inggris Liverpool dan Chelsea, Selalu Riuh di Era 2000-an

Memori Panas Liga Inggris Liverpool dan Chelsea, Selalu Riuh di Era 2000-an

Berita Bola - Super big match yang mempertemukan Chelsea kontra Liverpool dalam laga pekan pertama Premier League 2023/2024, pada akhir pekan kemarin, berakhir imbang. Liverpool yang menjadi tamu di Stamford Bridge sempat unggul via gol kilat Luiz Diaz pada menit ke-18.

The Blues terhindar dari kekalahan memalukan setelah Axel Disasi menyamakan skor jelang turun minum. Duel kedua tim memang selalu dinanti.

Tak hanya publik Inggris, tapi juga bagi pecinta sepak bola di seluruh dunia. Sebenarnya, tak ada alasan geografis atau historis mengapa Liverpool dan Chelsea harus saling tidak menyukai.

Paling Menghibur

Tapi, untuk sementara di tahun 2000-an persaingan mereka adalah satu di antara yang paling menghibur. Banyak momen mengapa bentrok keduanya menjadi spesial. 'Gol hantu' Luis Garcia di semifinal Liga Champions 2005 misalnya, tetap menjadi momen yang paling berkesan sekaligus kontroversial.

Kekayaan kedua klub juga sangat mencolok kala itu. Liverpool adalah bagian dari aristokrasi tradisional sepak bola Inggris. Sedangkan Chelsea berada di atas berkat keberadaan pengusaha tajir bin melintir asal Rusia, Roman Abramovich.

Rafael Benitez, Pelatih Liverpool, dan Jose Mourinho, merupakan dua juru taktik yang bertanggung jawab. Mereka ingin membuat sejarah di Inggris. Keduanya ahli taktik yang cerdik di ruang ganti dan lapangan.

Beberapa Momen Indah

Sepanjang pertemuan mereka pada era 2000-an, ada beberapa momen yang layak mendapat atensi. Satu di antara bentrokan signifikan pertama antara kedua tim terjadi sebelum Rafael Benitez dan Jose Mourinho.

Pada hari terakhir 2002/2003, Liverpool asuhan Gerard Houllier mengunjungi Chelsea asuhan Claudio Ranieri. Kala itu, mereka bentrok demi satu tempat ke zona Liga Champions. Chelsea menang 2-1.

Sebulan kemudian Roman Abramovich menyelesaikan pengambilalihan Chelsea. Seandainya Liverpool menang pada musim semi itu, siapa yang tahu apa yang mungkin terjadi?

Mark Fleming menulis di The Independent pada tahun 2011. "Abramovich hampir pasti akan mengambil rubelnya di tempat lain dan Chelsea bisa mengalami nasib yang sama dengan Leeds United atau mungkin lebih buruk, karena mereka sedang menghadapi kesulitan keuangan pada saat itu," ujarnya.

Duo Arsitek

Lalu, pada tahun 2005, Jose Mourinho dan Rafael Benitez telah tiba dan Chelsea bertekad memantapkan diri sebagai tim yang kuat. Trofi pertama Mourinho bersama Chelsea datang setelah kemenangan atas Liverpool di final Piala Liga.

Laga berlangsung ketat dan sangat bergejolak. John Arne Riise memberi Liverpool keunggulan, tetapi Chelsea menang 3-2 setelah perpanjangan waktu. Duel itu dinodai gol bunuh diri bintang Liverpool, Steven Gerrard.

Gol Hantu

Bisa dibilang, momen persaingan yang paling terkenal terjadi saat kedua tim bersua di semifinal Liga Champions 2004/2005. Saat itu belum ada VAR.

Liverpool menang 1-0 berkat "gol hantu" Luis Garcia. Jose Mourinho tak menganggap gol itu sebagai gol yang sah.

"Anfield adalah tempat ajaib dalam bermain. Itu adalah tempat yang indah untuk bermain. Mereka bisa mencetak gol yang tidak bisa dicetak pemain, seperti yang terjadi pada 2005," ledek Mourinho.

Lalu, bagaimana dengan Liga Inggris 2023/2024?. Hampir dipastikan Chelsea dan Liverpool akan saling bentrok lagi demi menggulingkan kenyamanan Manchester City, yang berjaya secara beruntun pada dua musim terakhir.JudiOnline

Posting Komentar

0 Komentar